Jakarta - Kerjasama antara Activision dengan Infinity
Ward telah menghasilkan beberapa game yang spektakuler, sebut saja seri
Call of Duty: Modern Warfare 1 dan 2 yang sangat laris di pasaran.
Namun kabarnya, kedua kubu tersebut tengah dilanda permasalahan lantaran pembagian royalti yang tidak adil.
Pembagian rolati tersebut, tak lain adalah penjualan dari game Modern Warfare 2. Seperti dikutip detikINET dari Eurogamer, Kamis, (4/3/2010), Infiny Ward disebut-sebut tidak mendapatkan royalti sedikit pun.
Sangat aneh memang, terlebih lagi game Modern Warfare 2 telah berhasil meraup keuntungan lebih dari USD 1 Miliyar sejak diluncurkan bulan November 2009 lalu.
Selain pembagian royalti, ada beberapa masalah lain yang dikabarkan telah memicu perseteruan antara Activision dengan Infinity Ward.
Seperti yang ditulis dalam situs pengamat game, Bingegamer, yang menyebutkan bahwa telah terjadi pelanggaran kontrak yang telah dilakukan oleh pihak Infinity Ward.
Simpang siur tentang pemicu permasalah antara kedua industri game tersebut memang belum dapat dipastikan kebenarannya, apalagi belum ada konfirmasi dari kedua pihak terkait.
Namun yang jelas, versi Call of Duty selanjutnya bakal menghadirkan pertempuran yang berbeda. Terlebih lagi, game Firts Person Shooter (FPS) tersebut akan mengubah pakemnya menjadi game dengan sudut pandang orang ketiga.
Namun kabarnya, kedua kubu tersebut tengah dilanda permasalahan lantaran pembagian royalti yang tidak adil.
Pembagian rolati tersebut, tak lain adalah penjualan dari game Modern Warfare 2. Seperti dikutip detikINET dari Eurogamer, Kamis, (4/3/2010), Infiny Ward disebut-sebut tidak mendapatkan royalti sedikit pun.
Sangat aneh memang, terlebih lagi game Modern Warfare 2 telah berhasil meraup keuntungan lebih dari USD 1 Miliyar sejak diluncurkan bulan November 2009 lalu.
Selain pembagian royalti, ada beberapa masalah lain yang dikabarkan telah memicu perseteruan antara Activision dengan Infinity Ward.
Seperti yang ditulis dalam situs pengamat game, Bingegamer, yang menyebutkan bahwa telah terjadi pelanggaran kontrak yang telah dilakukan oleh pihak Infinity Ward.
Simpang siur tentang pemicu permasalah antara kedua industri game tersebut memang belum dapat dipastikan kebenarannya, apalagi belum ada konfirmasi dari kedua pihak terkait.
Namun yang jelas, versi Call of Duty selanjutnya bakal menghadirkan pertempuran yang berbeda. Terlebih lagi, game Firts Person Shooter (FPS) tersebut akan mengubah pakemnya menjadi game dengan sudut pandang orang ketiga.
detiknet.com

0 komentar:
Posting Komentar