Rapat Paripurna Century Ricuh!!

on Selasa, 02 Maret 2010
Paripurna Ricuh
Marzuki Alie Otoriter


JAKARTA, KOMPAS.com - Rapat Paripurna DPR berakhir ricuh karena Ketua DPR Marzuki Alie dinilai bersikap otoriter dengan menutup sidang paripurna ketika puluhan anggota dewan mengajukan interupsi.
"Ketua DPR juga kebingungan bagaimana caranya melanjutkan sidang ini. Dia tidak tahu lagi apa yang harus diperbuat selanjutnya," ujar Koordinator Forum Masyarakat Pemantau Parlemen Indonesia (Formapi) Sebastian Salang, di Jakarta, Selasa (2/3/2010).
Anggota Fraksi Partai Golkar Nudirman Munir menuding Ketua DPR telah melakukan "pemakzulan" terhadap demokrasi karena berperilaku otoriter dalam memimpin persidangan yang cukup penting seperti saat ini. "Dengan mematikan mikrofon sehingga anggota tidak bisa bicara, ini sama artinya dengan memasung hak-hak para anggota," ujarnya.
Rapat paripurna DPR RI yang beragendakan penyampaian laporan akhir hasil kerja Panitia Angket kasus Bank Century "deadlock" setelah sesaat sebelumnya terjadi kericuhan antara anggota dengan pimpinan DPR.
Interupsi yang bertubi-tubi dari anggota DPR tidak bisa dihentikan Ketua DPR Marzuki Alie yang memimpin jalannya persidangan itu sehingga akhirnya para anggota DPR saling berebut kesempatan menyalakan mikrofonnya.
Karena tidak mendapat kesempatan mengutarakan pendapatnya, sejumlah anggota DPR akhirnya berlari menuju podium pimpinan sidang dan menegur langsung Marzuki Alie. Keadaan itu memancing polisi dan satuan pengaman dalam (Pamdal) DPR RI untuk memasuki ruang sidang serta memagari Ketua DPR. 
Berdasarkan pengalaman, selama persidangan di parlemen, masuknya aparat keamanan telah menunjukkkan situasi di ruang rapat tidak terkendali lagi. Rapat kemudian ditutup untuk lobi pimpinan fraksi. Anggota fraksi kemudian berkumpul di ruang yang berbeda-beda.

kompas.com

0 komentar:

Posting Komentar