Jakarta, Istilah 'jangan bengong nanti kesambet
setan' mungkin memang ada benarnya juga. Meski kesurupan tergolong
sebagai sebuah kondisi medis, tapi faktor mental yang terganggu bisa
mengundang energi asing masuk dalam tubuh dan menyebabkan gejala
kesurupan.
"Kesurupan itu artinya aura tubuh sedang dipengaruhi
energi asing, khususnya energi infra merah yang tidak dapat dilihat
kasat mata oleh manusia," kata Dr Erwin Kusuma, SpKJ, psikiater dari
RSPAD Gatot Subroto Jakarta saat dihubungi detikhealth,
Senin (22/2/2010).
Menurut Dr Erwin, sesuatu yang punya energi
itu artinya masih berjiwa. "Roh sudah tidak berenergi karena sudah tidak
memiliki jiwa, tapi makhluk halus belum tentu. Banyak makhluk halus
yang masih mengeluarkan materi dan energi inframerah," jelasnya.
Sedikit
berbeda dengan pakar lainnya, Dr Erwin percaya bahwa penyebab kesurupan
berasal dari mental yang dimasuki energi asing dan tidak ada
hubungannya dengan masalah-masalah fisik seperti kurang gizi dan
lainnya.
Energi asing menurut Dr Erwin bisa berasal dari
lingkungan sekitar dan bisa dicek menggunakan foto aura. "Jadi kesurupan
bukan berarti ada gangguan di otaknya tapi lebih pada gangguan di
mentalnya. Ibarat komputer, otak itu hanya printer-nya saja tapi yang
mempengaruhinya adalah jiwa," ujarnya.
Menurut dokter yang
membuka praktik di kawasan Cempaka Putih Jakarta ini, kesurupan bukan
hanya sebuah peristiwa fisik tapi lebih pada penurunan daya tahan
mental. "Stres dan gangguan lainnya mungkin bisa mempengaruhi tapi itu
bukan faktor utamanya. Penyebab utamanya itu karena mentalnya memang
sedang tidak kuat," jelasnya.
Kesurupan biasanya berbeda dengan
histeria. Jika histeria hanya mengeluarkan teriakan-teriakan dan tidak
mengubah jenis suara, tapi kesurupan bisa mengubah pita suara. "Bisa
jadi suaranya berubah menjadi suara laki-laki padahal ia seorang
perempuan atau juga sebaliknya," kata Dr Erwin.
Banyak orang yang
mendatangi ahli spiritual atau orang pintar untuk menyembuhkan orang
kesurupan. Memang tidak ada salahnya karena setiap orang sebenarnya
punya kemampuan mempengaruhi kejiwaan seseorang yang bermasalah.
Namun
sebenarnya hanya dokter yang berkompetensi saja yang benar-benar bisa
mengatasi gejala kejiwaan dengan sempurna. Hipnoterapi adalah salah satu
bentuk terapi yang biasa digunakan para psikiater untuk untuk
meningkatkan ketahanan mental dan mengatasi gangguan kesurupan.
"Yang
harus dilakukan adalah memperkuat benteng aura kejiwaan agar mentalnya
kuat dan tidak bisa dimasuki energi asing yang negatif," ujar Dr Erwin
Dr
Erwin menambahkan, orang dengan gangguan mental biasanya akan terlihat
dari IQ-nya yang rendah, cara berbicara serta penampilannya yang beda.
Selain itu, tenggorokannya juga sering merasa kering dan selalu ingin
minum terus, tangannya basah dan kakinya terus goyang-goyang.
Selain
dengan terapi kejiwaan atau hipnoterapi, psikiater juga biasanya
melakukan pengobatan dengan jalan farmakoterapi (obat).
Seperti
dikutip dari Psychnet, Senin (22/2/2010), obat-obatan yang biasa
digunakan untuk mengatasi masalah kejiwaan adalah obat jenis
antipsychotics, antara lain:
Chlorpromazine (Thorazine)Thioridazine (Mellaril)
Trifluoperazine (Stelazine)
Thiothixene (Navane)
Fluphenazine (Prolixin)
Haloperidol (Haldol)
Detik.com

0 komentar:
Posting Komentar